Kau tinggal bersamaku.
kau
makan denganku.
Kau
bekerja denganku.
Tapi
di luar sana kau jadi bunglon
Ketika
pohon saitun ingin tumbuh dan berdiri,
Iblis
menggonggong dan mengutuknya
Maka
ia lambat tumbuh sampai jambang putih mengakhiri waktu
Kau
berlagak seperti wanita cantik yang pintar merayu
Ketika
senja datang melihatmu
Kau
pelan-pelan menarik perhatian tuk menyusut dari belakang
dan
memeras hati sang senja
Tercium
bau kupu-kupu malam,
melompat-lompat
memainkan kris
menusuk
burung belwol yang baru membuka mata
Jatuh
Jatuh
jatuh
dan terus jatuh lagi
Ah,
.....................
Yogyakarta,
27 N0v 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar