Minggu, 06 Maret 2016

SUARA PENDERITAAN



Alam yang kaya ini bukan milik kami
Memang kami disebut dengan anak-anak emas
Tetapi kami buta di negeri yang kaya akan emas
Dunia menyebutnya anak nusantara
Adalah kaya akan tambang emas...
Tetapi sayang...kami hanya penonton di atas negeri emas
Setiap kapal datang lalu pergi, entah berapa yang di bawa
Kami tak tahu
Oleh karenanya, itu bukan milik kami

Kami berdiri dan bersuara di atas kebenaran
Namun suara itu selalu datang dengan senjata dan membungkam
Berapa kilogram air laut yang ditimba lalu bawa, entahlah kami tak tahu
Karena itu bukan milik kami
Suara penderitaan sedang  bergelombang di udara
Itu pun tak kunjung didengar para nabi-nabi penguasa dunia

Di atas tanah kering hanyalah kami berdagang buah-buah pinang
Bibir dan gigi kami bercat merah
Karena hasil bumi kami hanya buah pinang
Kalau pun kami disebut anak-anak emas
Tetapi sayang...itu bukanlah milik kami
Suara kami selalu terbentur bersama tembok-tembok penguasa
Ini salah siapa? Semua yang bermain di hari kegelapan harus ditumbang
Suara penderitaan di bumi harus dihapuskan
 

Yogyakarta, 13 Februari 2016

Tidak ada komentar: