Ketika malam berjalan
melihat truk-truk berseragam berjalan
membusung dada menangkap
daun-daun satu persatu di pinggiran jalan
Ketika malam bersaksi
di depan matanya
truk-truk berseragam
itu mengiris dagingnya
Tangan tak sampai
bertanya pada malam
karena truk-truk berseragam
itu sangat tajam
Pelan-pelan bumi bangun
memperlihatkan
daging-daging yang terbaring
di pinggiran jalan
Yang bicara tentang
daging-daging di jalan
itu disebut buronan
Biasanya ia suka
melakukan
karena truk-truk berseragam
itu berasal dari satu barisan
Sebabnya ia tak mau bicara
Begitu hamba bersuara,
ia hilang dari hadapannya
Yogyakarta, 15 Maret
2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar