Darahku menembus tembokmu
Air mataku menembus pintumu
Tapi kau terus menutup matamu
Kau pura-pura rupa mencintaiku
Namun hatiku mengatakan kau setanku
siang malam kau menusuk tubuhku sampai aku jatu
Aku mati
Kau meludahi
Kau pura-pura manusia sejati
di pulau merpati
Darahku menembus telingamu
Air mataku membasahi wajahmu
Namun engkau membiarkanya itu mengalir di rumahmu
Ku lihat semua itu kau membiarkan berlalu
Yogyakarta, 09 Agustus 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar