Jumat, 09 September 2016

MENEMBUS

Darahku menembus tembokmu
Air mataku menembus pintumu
Tapi kau terus menutup matamu
Kau pura-pura rupa mencintaiku
Namun hatiku mengatakan kau setanku
siang malam kau menusuk tubuhku sampai aku jatu

Aku mati
Kau meludahi
Kau pura-pura manusia sejati
di pulau merpati
Darahku menembus telingamu
Air mataku membasahi wajahmu
Namun engkau membiarkanya itu mengalir di rumahmu
Ku lihat semua itu kau membiarkan berlalu


 Yogyakarta, 09 Agustus 2016

Tidak ada komentar: