Sekarang ini, bukan jaman kesatuan. Kesatuan
telah menuju pada perpecahan antar keluarga, teman, sahabat, dan simbol kebinekaan,
kita mengkhianati oleh kita sendiri. Apa gunanya kalau bicara kesatuan? Sementara
di pihak lain, sedang menertawai kita? Itu tidak hanya di dalam negeri. Di luar
negeri lebih menertawai sikap kita. Bahkan, mereka ingin menelanjangi kita karena
pegawai di dalam negeri banyak miliki ternak tikus. Pegawai kita oleh rakyat juga
disebut korupsi. Menurut mereka juga, penegakkan hukum kita pun masih lemah.
Orang kita lebih pintar atau orang
luar negeri? Itu dijawab oleh masing-masing pihak, bukan saya. Di pihak kita,
kalau orang yang suka mengkritik pada pegawai yang diduga korupsi, eh, si
pegawai itu balik membantah atau menantang atas tuduhan itu. Padahal, ia resmi dinyatakan terdakwa korupsi.
Begitu kritik masuk dari luar, si pegawai membantah dan marah pada kritik dari
pihak luar tanpa melihat ketelanjangannya sendiri. Oleh karena itu, kebiasaan
ini, pegawai-pegawai kita tidak keras kepala dan tidak sombong.
Yogyakarta,
2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar